Sepulang dari berlatih futsal bersama teman-teman saya hari Sabtu 28 Mei 2011, saya memperhatikan ketika dalam perjalanan pulang ada beberapa tempat-tempat seperti cafe, mini market, futsal land, sampai warung burjo terlihat ramai para pemuda yang sebagian besar saya lihat seumuran mahasiswa. Ketika itu jam 11 malam saya menyusuri perjalanan dari daerah Seturan sampai rumah saya di daerah Purwomartani, area-area publik tersebut dipenuhi oleh para 'pecinta' sepak bola. Benar saja, karena hari itu adalah hari di mana dua klub besar Eropa yaitu Barcelona dan Manchester United saling beradu untuk memperebutkan gelar tim terbaik se-Eropa. Atribut kedua tim tersebut juga sering saya temui saat perjalanan pulang itu. Pertandingan final liga champion Eropa tersebut sepertinya sudah 'menghipnotis' para masyarakat pecinta bola di Yogyakarta, dan Indonesia pada umumnya. Malam minggu kali ini sepertinya menjadi malam minggu yang suram bagi para pasangan pecinta bola, karena biasanya cowok lebih memilih tidur dahulu demi Barcelona dan Man. United. Sehingga para cewek merasa 'tersingkirkan' hanya karena bola.
Namun, saya sendiri tidak merasakan euforia Final Uefa Champions League karena tidak satu pun tim idola saya yang menjadi finalis. Saya mungkin sangat senang dan gembira andai Barcelona menang, bukan senang lantaran Barcelona menang atas Man. United, tetapi saya sangat senang karena Man. United tidak juara. Saya masih merasakan betapa sakit hatinya saya terhadap Man. United, karena MU sudah mematahkan rekor 18 kali juara Liga Inggris milik tim kesayangan saya, LIVERPOOL. Ya, saya memang seorang Liverpudlian yang hanya menjagokan Liverpool di kancah liga Inggris.
Yang ingin saya bicarakan adalah, banyaknya perilaku fanatisme dadakan dan sesaat terhadap kedua tim tersebut. Banyak yang tidak menjagokan/nge-fans dengan Barcelona ataupun MU, bahkan ketika semifinal Liga Champion pun banyak yang tertidur kala itu. Tetapi yang terjadi adalah saat ini mereka mungkin sedang taruhan dengan hasil kedua tim finalis tersebut. Saya pun ditanya, kamu jagoin siapa? Saya menjawab LAZIO dan LIVERPOOL. Yang bertanya dengan saya malah tertawa dan mengatakan, hari gini jagoin Lazio ma Liverpool? Tertawa penuh dengan kesinisan yang tinggi, tetapi bagi saya ya inilah yang namanya fans sejati. Saya pun berani mengatakan kalau Lazio akan meraih scudetto liga Serie A 2011/2012 dan Liga Europa musim depan, sedangkan Liverpool akan menjadi Juara Liga Inggris 2011/2012. Kali ini saya mendapatkan tertawaan yang lebih menggila lagi, tapi lagi-lagi saya pun hanya bisa berkata, ya inilah yang dinamakan fanatisme sejati, dan anda hanya 'mencintai' tim sepak bola yang menjanjikan bisa juara di semua ajang. Anda mungkin berkata bahwa saya fans sejati A.C. Milan (Milanisti), tetapi saat Milan tidak berkancah di Liga Champions lagi, ada pun beralih saya adalah seorang Manchunian (suporter MU), padahal anda sangat ngefans sekali dengan Chelsea.
Jujur, kalau ditanya mengenai liga Spanyol saya sangat tidak tertarik. Karena kita tidak bisa melihat tim-tim macam Valencia, Villareal, atau mungkin Atletico Madrid menjadi juara atau bahkan runner-up sekali pun. Real Madrid dan Barcelona lah dua besar Liga Spanyol, karena mereka hanya bergantian menghuni posisi satu dua saja. Saya pikir betapa bodohnya Lionel Messi bertahan di Liga yang sangat monoton. Saya pikir Messi lebih pas berada di Liga Inggris atau Serie A Liga Italia, dengan harapan bisa bermain bersama Liverpool atau Lazio (anda pasti tertawa sinis).
Mungkin begitulah gambaran bagaimana para pecinta sepak bola di Indonesia yang lebih mementingkan finansial pribadi dengan menjagokan tim lain daripada tim idolanya sendiri. Fanatisme sesaat hanya menjadi secuil perilaku manusia yang inkonsisten. Harapan saya adalah Lazio dan Liverpool bisa juara di liga masing-masing. FORZA LAZIO!! YOU'LL NEVER WALK ALONE!!!
By : Hendi Laziale de Liverpudlian.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar